Ibu Gak Ngajarin Kamu Buat Malas. Ini Tips Usir Rasa Malas

Lenskeptebo.com, Inspirasi – Bagaimana caranya supaya tidak malas? Jawaban singkatnya ya “jangan malas”. “Tapi saya sudah mencoba dan tetap saja malas, kenapa ya?” Mungkin ada yang salah dengan kebiasaan (habit) Anda. Jika Anda perhatikan baik-baik, orang yang rajin dan orang yang malas memiliki ciri yang sama-sama sulit diubah yaitu konsisten.

Orang rajin konsisten aktif bergerak sedangkan orang malas konsisten bermalas-malasan. Coba Anda perhatikan perbedaan antara orang-orang yang memulai bisnis karena ingin bermalas-malasan dan mereka yang berbisnis karena ingin menyalurkan ilmu dan semangatnya (rajin).

Orang yang berbisnis karena semangat dan ingin berkontribusi akan konsisten mengembangkan bisnisnya tanpa kenal lelah, walaupun mereka sudah sukses mereka akan tetap bekerja menghasilkan lebih dan lebih lagi (semakin rajin).

Lain halnya dengan orang yang berbisnis karena tujuannya untuk malas-malasan dalam artian mereka yang berharap bisnisnya bisa berjalan sendiri supaya bisa ditinggal (duduk santai sambil menunggu uang mengalir begitu saja). Boro-boro sukses, bisnisnya belum profit sudah ditinggal dan ga diurusin sama sekali.

Mayoritas mindset orang malas adalah supaya semakin malas, mau punya banyak uang supaya bisa santai-santai saja seumur hidup. Berbeda dengan orang yang mindsetnya rajin, semakin mereka sukses maka akan semakin sibuk. Apakah mereka yang betul-betul sukses dan kaya hidupnya santai/malas-malasan? No, justru semakin mereka sukses, hidupnya semakin sibuk, semakin banyak yang mereka kerjakan dan lakukan.

Jadi jika tujuan Anda sukses supaya bisa punya uang banyak untuk bermalas-malasan maka sampai kapanpun Anda tidak akan pernah sukses, karena mindset Anda sudah salah sejak awal.

Jadi bagaimana cara menghilangkan rasa malas? Bagaimana cara membuat mindset rajin tersebut?

Dari sekian banyak ilmu menghilangkan malas yang Anda baca diluar sana, cobalah jalankan yang satu ini yaitu “efek bola salju”.

“Wow wow apaan tuh? Saya tahunya efek rumah kaca…”

Efek bola salju adalah sebuah proses yang semakin lama semakin besar dan sulit dihentikan (seperti bola salju yang menggelinding, semakin lama menggelinding maka semakin besar). Dalam aspek psikologi, efek bola salju ini kita asumsikan seperti membangun habit/kebiasaan (rajin). Mungkin Anda pernah melihat orang-orang yang rajin dan justru tidak bisa diam atau bermalas-malasan. Mereka inilah orang-orang yang telah berhasil menerapkan efek bola salju dalam kehidupannya (terkadang hal ini juga bisa berbahaya kalau dilakukan berlebihan).

Mereka yang mencapai hal-hal besar dalam hidup selalu mendorong dirinya untuk semakin maju, semakin besar, semakin didepan, dan semakin sukses. Komitmen untuk terus maju dan terus meraih sesuatu (achieve something) inilah yang bisa menjadi habit/kebiasaan mereka sehingga menjadi orang yang rajin (dimata pemalas hal seperti ini bikin capek).

Tentu mereka yang rajin juga pernah merasa capek, namun mereka sudah tidak butuh lagi niat untuk terus maju, at some point mereka butuh niat untuk berhenti. Mereka sudah membangun habit (rajin) yang terus memaksa mereka untuk maju sedangkan pemalas mengalami hal sebaliknya.

The key thing is “force”. Memaksa itu kadang perlu dilakukan walaupun tidak enak. Menariknya adalah walaupun awalnya Anda memaksa melakukan sesuatu yang Anda malas, tetapi lama kelamaan hal itu akan menjadi kebiasaan dan bahkan Anda mungkin akan menyukainya.

Sebagian besar dari kita sudah melakukan hal ini saat dulu kita sekolah. Ada bagusnya orang tua memaksa kita untuk masuk sekolah/kuliah, suka atau tidak suka sebagian besar dari Anda pasti akan melakukannya juga dan terbiasa (sekolah). Contoh lainnya seperti pekerjaan, mereka yang bekerja entah suka atau tidak suka pasti akan tetap melakukannya (baik terpaksa ataupun tidak).

Jadi Anda ingin menghilangkan rasa malas? Paksalah tubuh dan pikiran Anda, ciptakan bola salju Anda sendiri, mulai lakukan apa yang ingin Anda kerjakan, mulailah walaupun terpaksa. Saya bilang “paksalah” artinya Anda harus menciptakan keadaan yang memaksa jika memang dorongan/paksaan tersebut tidak ada (situasi buatan).

Tentu Anda tidak harus memaksa/nekat seperti itu, tetapi untuk mereka yang pemalas, hal-hal seperti diatas bisa menjadi motivasi yang baik (pemaksa untuk bergerak). Jangan berharap kata-kata motivasi (seperti artikel ini) bisa betul-betul menghilangkan rasa malas Anda. Mulailah paksa diri Anda sekarang, jika masih malas, ciptakan situasi yang memaksa (seperti contoh diatas).

Tidak semua orang ingin menjadi rajin, dan itu ok-ok saja. Tidak ada yang salah dengan menjadi pemalas, pada akhirnya apa yang sudah kita lakukan juga akan dilupakan orang. Namun ada satu hal yang jangan sampai Anda sesali nantinya yaitu membayangkan antara apa yang telah Anda capai dan apa yang mungkin bisa Anda capai (potensi Anda).

Apapun yang Anda inginkan, semua ada ditangan Anda.

Source : Solusik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!