Kapal Uap Belanda, Gak Sampai Tanjung Simalindu Kalau Gak Bohong

Kapal Uap Belanda

Lenskeptebo.com , Muara Tebo – Pada tahun 1878 Pelayaran Belanda untuk menyusuri Sungai Batanghari di Jambi untuk menuju Sumatera Barat mendapatkan sambutan yang kurang mengenakkan. Pada saat itu, transportasi dari Jambi ke Sumatera Barat atau sebaliknya masih menggunakan sarana transportasi air. Sehingga tidak mengherankan apabila Kapal – Kapal uap termasuk Kapal Uap Belanda hilir mudik bahkan sering singgah di Muara Tebo atau Pulau Musang.

Tujuan dari Pelayaran Belanda dari Jambi ke Sumatera Barat pada saat itu adalah untuk melakukan Survei. Yaitu, mengenai uji kelayakan Sungai Batanghari untuk mengangkut batu bara dari daerah Ombilin. Menurut Loscher-Scholten (2008:181) mengatakan Pruys mengajukan kepada Gubernur Jendral Van Lansberg yang didukung penuh dari Den Haag (Belanda). Pruys ingin berlayar di Sungai Batanghari bersama Nazarudin untuk menemui Taha (Sultan Taha). Dan ia ingin menjawab pertanyaan bisa tidaknya Sungai Batanghari digunakan untuk mengangkut Batubara dari Ombilin.

Navigasi dan perlengkapan ekspedisi berada sepenuhnya ditangan Pruys. Hal ini terjadi karena meninggalnya Schouw Santvoort pada Desember 1977. Sementara itu, penggantinya yang bernama C.F Cornelissen baru akan bertolak dari Belanda Februari 1978. Perjalanan Pelayaran Belanda menyusuri Sungai Batanghari ternyata memiliki beberapa tujuan.

Tiga Tujuan Pelayaran Belanda

Menurut Loscher–Scholten (2008:181) mengatakan bahwa dengan dilakukannya ekspedisi ini dia melanggar larangan beroperasi di luar wilayah yang dibawah kendali Belanda. Namun, Pruys beranggapan bahwa ia ingin mengetahui sejauh mana dirinya bisa pergi dan barangkali berlayar melewati perbatasan – perbatasan Jambi.

Ternyata misi Pelayaran Belanda yang dikomandoi oleh Pruys memiliki hidden mission atau misi tersembunyi lo sobat Lenskeptebo.com. Selain uji kelayakan mengenai Sungai Batanghari untuk pengiriman Batubara dari Ombilin. Tenyata ia memiliki misi yaitu mempelajari situasi di pedalaman dan hendak mengokohkan pengaruh Belanda.

Dalam pelayaran tersebut ternyata Pruys tidak ditemani oleh Sultan Nazaruddin dan tidak menemui Sultan Taha. Dari hasil pelayarannya dia mendapatkan kesimpulan awal bahwa kedalaman Sungai Batanghari mencapai empat kaki sementara untuk membawa Batubara dibutuhkan satu kaki. Tidak ada sentiment negative dari penduduk kepada Belanda. Yang mengejutkan bahwa, untuk meluaskan wilayah di Jambi serta menundukan Sultan Taha diperlukan pembangunan pangkalan di Tabir. Disamping itu, pembangunan Pangkalan menjadi Prioritas utama yang disarankan oleh Pruys. Selain itu, ia mengatakan bahwa rakyat ingin terbebas dari belenggu Sultan. (Residen Palembang Kepada Gubernur Jendral, 15 Maret 1978 dan Laporan Survey Sungai Batanghari Sampai Perbatasan Barat di Dekat Dusun Tanjong).

Tahukah sobat Lenskeptebo.com perjalanan Pruys pada Februari 1878?. Walaupun dibumbui dengan sedikit kebohongan Pruys. Ternyata pelayarannya menggunakan Kapal Uap Belanda pertama yang mencapai Tanjung Simalindu yang lokasinya beradai di Kecamatan VII Koto Kabupaten Tebo. Waktu yang ditempuh selama 36 Jam Pelayaran dari Jambi. Disamping itu, ketika Kapal Uap Belanda berada di perbatasan dengan Sumatera Barat, mereka berada dalam jangkauan meriam dari Siguntur. Disamping itu, kelanjutan dari Ekspedisi ini malah menyulut kemarahan Masyarakat Jambi dan ujung – ujungnya gagal. Mari dukung Lenskeptebo.com untuk terus menulis mengenai kesejarahan di Kabupaten Tebo dengan cara share artikel ini dan Subscribe Channel Lenskep Tebo di platform YouTube.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!