Langitkan Doamu, Sedih Kalau Lihat Indonesia Begini

Lenskeptebo.com, Muda – Ada sebuah pemahaman keliru bahwa sebagai muslim, dunia adalah neraka sedangkan surganya nanti di akhirat. Surga memang ada di akhirat, tapi bukan berarti kita “harus” sengsara di dunia. Bangsa Indonesia kini sedang diuji dengan permasalahan yang dahsyat.

Masih segar dalam ingatan kita kejadian beberapa bulan yang lalu yaitu soal isu sara. Hampir, negara kita terpecah belah. Padahal, kita belum lama melewati proses demokrasi yang juga telah menguras energi bangsa ini. Mari kita langitkan doa dan bumikan perjuangan karena saat Ini Indonesia sedang dimasa darurat, yuk mari sedikit perhatikan kondisi Negara Indonesia terkini.

1. Kerusuhan di Wamena

Fakta tragis kerusuhan di Wamena mengakibatkan lebih dari 32 korban tewas kebanyakan dari mereka ditemukan terbakar di puing-puing rumah.Korban kerusuhan di Wamena terus bertambah menjadi 32 korban tewas hingga Rabu (25/9/2019).

Sementara itu, Kapolda Papua Irjen Rudolf A Rodja mengatakan aksi anarkistis di Wamena dipicu kabar hoaks tentang seorang guru yang mengeluarkan kata-kara rasis di sekolah.

“Wamena minggu lalu ada isu, ada guru yang mengeluarkan kata-kata rasis sehingga sebagai bentuk solidaritas mereka melakukan aksi,” ujar Rudolf di Jayapura dikutip dari Kompas.com, Senin (23/9/2019).

Rudolf mengklaim bahwa kepolisian sudah mengonfirmasi isu tersebut dan memastikannya tidak benar.

Dilansir dari Tribunnews.com, aksi anarkistik bermula ketika siswa SMA PGRI dan masyarakat yang berjumlah sekitar 200 orang konvoi menuju salah satu sekolah di Kota Wamena, Kabupaten Jayapura, Senin (23/9/2019).

Jumlah massa yang begabung dalam aksi tersebut terus bertambah dan pergerakan massa pun terpecah di beberapa titik, yakni kantor bupati, perempatan Homhom, dan sepanjang Jalan Raya Sudirman.

Sementara itu, seluruh aktivitas pertokoan dan sekolah termasuk kantor pemerintah dan swasta lumpuh total dan masyarakat memilih mengungsi kekantor Polres , Kodim dan Koramil.

2. Gempa Ambon

Gempa Maluku yang mulai terjadi pada Kamis pagi (26/9/19) membuat ribuan warga berbondong – bondong mengungsi ke rumah dinas Gubernur Maluku. Rumah dinas gubernur dipilih sebagai tempat mengungsi yang aman. Mereka yang mengungsi mayoritas anak-anak dan ibu.Selain rumah dinas gubernur warga juga mencari tempat berlindung ke daerah yang lebih tinggi.

Sementara itu, Sejumlah daerah di Provinsi Maluku yang merasakan getaran gempa antara lain: Ambon, Kairatu, Haruku dan sekitarnya. Selain itu, beberapa fasilitas umum dan rumah warga mengalami kerusakan, hingga Jum’at 27/9/19 korban jiwa mencapai 6 orang.

Penyebab Gempa

Hasil analisis mekanisme sumber oleh BMKG menunjukkan gempa itu dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan dari struktur sesar mendatar (strike slip fault).

Pusat Gempa

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 3,43 LS dan 128,46 BT atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 15,3 km arah tenggara Kota Kairatu atau 42 km arah timur laut Kota Ambon, Provinsi Maluku, pada kedalaman 10 km. Gempa dirasakan dengan skala II MMI di Ambon. Skala II MMI berarti getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Pasca-gempa dengan magnitudo 6,5 SR yang terjadi di sebelah Timur Laut Kota Ambon, Maluku, Kamis (26/9) pukul 08.46 WIB.

3. Mahasiswa Demo Tewas Tertembak

Seorang mahasiswa di Kendari, Sulawesi Tenggara harus menjadi korban, ia tewas saat berdemo menolak RUU KUHP dan RUU KPK. Sementara ini, pihak kepolisian diminta bertindak profesional untuk mengusut siapa pelaku penembakan mahasiswa Universitas Halu Oleo itu.

Adalah Randi (21), mahasiswa yang tewas terkena peluru tajam saat menyuarakan aksinya di depan DPRD Sultra. Randi dilarikan ke Unit Gawat Darurat RS Dokter Ismoyo oleh rekan – rekannya pada pukul 15.00 Wita, Kamis (26/9/2019). Namun nahas, nyawa Randi tidak tertolong oleh gabungan tim dokter spesialis bedah, anestesi, dan dokter umum. Randi dinyatakan meninggal dunia pada 15.44 WIB.

“Kalau tidak salah, sampe di sini sekitar jam 3 lewat, setelah asar, lalu dilakukan pertolongan oleh gabungan tim dokter, namun tidak tertolong,” ungkap Tim Medis RS Ismoyo dilansir dari Detik.com, Sersan Mayor Salam SR.

Kematian Randi akibat tertembak sudah dipastikan dokter. Namun belum bisa dipastikan jenis peluru yang menewaskan Randi. Dokter belum bisa memastikan apakah itu peluru tajam atau peluru karet.

4. Kebakaran Hutan dan Lahan di Sorot Internasional

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengeluhkan karena saat ini tidak ada mekanisme internasional yang dapat memaksa Indonesia untuk mengatasi masalah kebakaran hutan. Dimana, asapnya sampai memasuki wilayah negara lain.

“Anda dapat menyalahkan Indonesia, anda dapat mengkritik mereka namun mereka akan terus membakar,” kata Mahathir dalam Forum Pemimpin Dunia yang diadakan di Universias Columbia, Amerika Serikat, seperti dilaporkan Channel News Asia, 26 September 2019.

Peserta forum mempertanyakan tentang perlu tindakan lebih tegas seperti sanksi ekonomi atau membuat pernyataan keras terhadap Indonesia. Hal itu terjadi, untuk membantu menangani masalah asap, Mahathir meresponnya dengan mencontohkan penyelesaian masalah kebakaran hutan di Brasil.

Menurut Mahathir, presiden baru Brasil, Jair Bolsonaro percaya bahwa pembakaran itu lebih pada aktivitas pertanian.”Tak ada satupun menghentikan dia. Jadi menurut saya sistem tidak membolehkan kita untuk mencampuri urusan dalam negeri negara-negara lain,” ujarnya.

Menurut Mahathir, akan ada masanya pembakaran hutan akan menjadi parah dengan dunia diselimuti oleh asap. Dan barulah saat itu, PBB akan mengeluarkan pernyataan bahwa masalah kebakaran hutan bukan lagi masalah domestik, melainkan masalah dunia.

‘Saat ini PBB tidak dapat melakukan apapun, namun kita harus berupaya membujuk,” ujar Mahathir.

5. Upaya Menggagalkan Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden

Menurut Wiranto dilansir dari Republika.co.id (30/09/19), negara, pemerintah, beserta aparat keamanannya akan melakukan langkah-langkah pengamanan yang maksimal untuk pelanitkan tersebut. Ia mengatakan, pemerintah tidak ingin mempertaruhkan eksistensi negara terancam oleh gerakan yang radikal, anarkis, dan inkonstitusional.

“Kita akan rapatkan bersama, kita rapatkan barisan, kita mengajak masyarakat untuk bersama-sama meyakini bahwa amanat konstitusi ini harus dapat berjalan,” tuturnya.

Ia juga mengajak masyarakat, terutama mahasiswa, pelajar, buruh tani, karyawan, pengemudi ojek, paramedis, dan masyarakat agamis untuk bersama-sama menolak upaya penggagalan itu. Mereka juga diminta tidak terpengaruh oleh ajakan untuk melawan konstitusi.

“Karena ini merupakan kepentingan kita bersama, merupakan kehormatan bangsa, merupakan kebanggaan kita sebagai bangsa yang berdemokrasi,” kata dia.

Bagaimana sobat Lenskeptebo.com, permasalahan di Indonesia terus bertubi – tubi bahkan menjadi sorotan dunia. Mari kita cermat dalam bermedsos dan bijak menyikapi segala permasalahan serta memohon perlindungan kepada Allah SWT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!